Alhamdulillah Banyak Yang Peduli, Rizal Bocah Korban Bully Dan Keluarganya Dapat Bantuan Uang Sampai Sepeda
Banyak yang simpati. Rizal bocah kelas 5 Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban bully kini menjadi terkenal.
Setelah sosoknya yang jadi korban bully viral di media sosial.
Jika melihat apa yang dilakukan terhadapnya tentu saja wajar pelakunya diberikan hukuman yang setimpal.
Bocah yang tak bersalah itu dibikin terjatuh, sampai dipukul hingga terjengkang.
Rizal (12) korban bully di Kabupaten Pangkep sudah berjualan jalangkote selama satu tahun.
Rizal menjadi terkenal setelah videonya viral menjadi korban bully di Kabupaten Pangkep.
Ibu Rizal, Dahlia mengatakan anaknya biasa membawa pulang uang Rp 10 ribu sehari dari hasil jualannya.
“Na kasi tauka kalau maui bantuka cari uang. Ia bilang ingin belikan popok adek,” ujarnya, Senin (18/5/2020).
Sehingga hasil jualan jalangkotenya ia bagi dua, Rp 5 ribu ia kasihkan ke ibunya dan Rp 5 ribu, ia gunakan untuk jajan di sekolah.
Viral video seorang bocah berbadan gempal yang menjajakan jajanan pastel atau dikenal dengan nama ?jalangkote? dirundung hingga dipukuli dan dibanting kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2020) sore. (Istimewa)
Bullying membawa berkah. Itulah yang dialami Rizal, bocah penjual jalangkote (gorengan) yang menjadi korban bully di Pangkep Sulawesi Selatan.
Rizal mendapat simpati dari publik. Para dermawan pun langsung membantu Rizal dengan mengirimkan sejumlah uang.
Dalam video yang beredar, Rizal dikerumuni keluarga dan kerabatnya. Ia tampak menghitung uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.
Rizal terlihat grogi, sehingga dia tidak bisa menghitung uang yang ada di tangannya. Dia menyebut 10 ratus untuk nominal uang Rp1.000.000.
Keluarga dan kerabatnya pun tertawa saat mendengar Rizal menyebut angka 10 ratus. Mereka kemudian menyuruh Rizal untuk menghitung kembali uang itu dengan benar.
Salah satu yang ikut membantu Rizal adalah anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyady.
Dedi Mulyadi menghubungi orang tua Rizal bernama Pak Saleh yang berada di Kelurahan Tala, Kecamatan Tala, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, melalui saluran telepon.
Dedi melakukan video call agar bisa melihat langsung dan berbincang dengan Rizal.
Dedi mengaku tidak tahan melihat video Rizal dibully oleh sejumlah pemuda saat sedang berjualan. “Saya gak tahan dari malam nangis,” ucap Dedi.
“Halo Rizal, apa kabarnya sehat-sehat ya. Semangat jualan terus ya, itu nanti sepedanya diganti yang baru, buat jualannya ditambah lagi biar jadi orang sukses,” ujar Dedi yang tampak berkaca-kaca.
Dalam kesempatan itu, Dedi meminta kepada orang tua Rizal untuk mengirimkan nomor rekening.
Dedi akan memberikan bantuan sejumlah uang untuk membantu kebutuhan Rizal membeli sepeda baru dan berjualan makanan. “Saya memang dekat dengan anak-anak,” ucap Dedi.
Terpisah, polisi telah menetapkan delapan orang tersangka perundungan atau bullying terhadap Rizal.
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengatakan tersangka utama kasus perundungan itu bernama Firdaus (26).
Firdaus tak hanya melakukan bully, tapi juga melakukan penganiyaan terhadap Rizal.
Pengakuan tersangka utama di hadapan polisi, berawal dari candaan Rizal yang mengaku sebagai jagoan di kampung tersebut.
Pelaku pun datang. Tak berselang lama, pelaku duduk di motornya, kemudian korban melipat pelat motornya, akhirnya pelaku marah dan terjadilah penganiayaan itu.
Setelah sosoknya yang jadi korban bully viral di media sosial.
Jika melihat apa yang dilakukan terhadapnya tentu saja wajar pelakunya diberikan hukuman yang setimpal.
Bocah yang tak bersalah itu dibikin terjatuh, sampai dipukul hingga terjengkang.
Rizal (12) korban bully di Kabupaten Pangkep sudah berjualan jalangkote selama satu tahun.
Rizal menjadi terkenal setelah videonya viral menjadi korban bully di Kabupaten Pangkep.
Ibu Rizal, Dahlia mengatakan anaknya biasa membawa pulang uang Rp 10 ribu sehari dari hasil jualannya.
“Na kasi tauka kalau maui bantuka cari uang. Ia bilang ingin belikan popok adek,” ujarnya, Senin (18/5/2020).
Sehingga hasil jualan jalangkotenya ia bagi dua, Rp 5 ribu ia kasihkan ke ibunya dan Rp 5 ribu, ia gunakan untuk jajan di sekolah.
Viral video seorang bocah berbadan gempal yang menjajakan jajanan pastel atau dikenal dengan nama ?jalangkote? dirundung hingga dipukuli dan dibanting kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2020) sore. (Istimewa)
Bullying membawa berkah. Itulah yang dialami Rizal, bocah penjual jalangkote (gorengan) yang menjadi korban bully di Pangkep Sulawesi Selatan.
Rizal mendapat simpati dari publik. Para dermawan pun langsung membantu Rizal dengan mengirimkan sejumlah uang.
Dalam video yang beredar, Rizal dikerumuni keluarga dan kerabatnya. Ia tampak menghitung uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.
Rizal terlihat grogi, sehingga dia tidak bisa menghitung uang yang ada di tangannya. Dia menyebut 10 ratus untuk nominal uang Rp1.000.000.
Keluarga dan kerabatnya pun tertawa saat mendengar Rizal menyebut angka 10 ratus. Mereka kemudian menyuruh Rizal untuk menghitung kembali uang itu dengan benar.
Salah satu yang ikut membantu Rizal adalah anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyady.
Dedi Mulyadi menghubungi orang tua Rizal bernama Pak Saleh yang berada di Kelurahan Tala, Kecamatan Tala, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, melalui saluran telepon.
Dedi melakukan video call agar bisa melihat langsung dan berbincang dengan Rizal.
Dedi mengaku tidak tahan melihat video Rizal dibully oleh sejumlah pemuda saat sedang berjualan. “Saya gak tahan dari malam nangis,” ucap Dedi.
“Halo Rizal, apa kabarnya sehat-sehat ya. Semangat jualan terus ya, itu nanti sepedanya diganti yang baru, buat jualannya ditambah lagi biar jadi orang sukses,” ujar Dedi yang tampak berkaca-kaca.
Dalam kesempatan itu, Dedi meminta kepada orang tua Rizal untuk mengirimkan nomor rekening.
Dedi akan memberikan bantuan sejumlah uang untuk membantu kebutuhan Rizal membeli sepeda baru dan berjualan makanan. “Saya memang dekat dengan anak-anak,” ucap Dedi.
Terpisah, polisi telah menetapkan delapan orang tersangka perundungan atau bullying terhadap Rizal.
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengatakan tersangka utama kasus perundungan itu bernama Firdaus (26).
Firdaus tak hanya melakukan bully, tapi juga melakukan penganiyaan terhadap Rizal.
Pengakuan tersangka utama di hadapan polisi, berawal dari candaan Rizal yang mengaku sebagai jagoan di kampung tersebut.
Pelaku pun datang. Tak berselang lama, pelaku duduk di motornya, kemudian korban melipat pelat motornya, akhirnya pelaku marah dan terjadilah penganiayaan itu.
