Berawal dari Kagum dengan Para Penghafal Al-Qur'an, Aida Kini Bisa Hafal 7 Juz
"Suka kalau lihat orang jago hafal baca Al-Qur'an, keren gitu. Jadi ingin belajar hafalan juga," ujar Aida kepada Basra, Senin (11/5).
Aida mulai belajar hafalan Al-Qur'an saat dirinya duduk di bangku kelas 6 SD. Kala itu ada ustazah yang mendampingi Aida belajar hafalan Al-Qur'an. Kini Aida telah berhasil menghafal 7 juz, yakni juz 29, 30, 1, 2, 3, 4, dan 5.
Di bulan suci Ramadhan ini, Aida bertekad menambah hafalan dua juz lagi. Aida pun rutin murojaah (menghafal) selepas salat magrib.
"Sekarang menginjak juz 6, Ramadhan ini hafalannya harus bisa nambah 2 juz," imbuh bungsu dari 4 bersaudara ini.
Setiap kali murojaah, kata Aida, dirinya bisa menghafal 5 lembar bacaan Al-Qur'an. Kehadiran sang ibu yang rutin mendampingi murojaah, kian menjadikan Aida lebih bersemangat.
Sebelum Ramadhan, Aida rutin setoran hafalan seminggu dua kali kepada sang ustazah. Namun kini, Aida mengaku hanya murojaah saja.
Aida mengakui belajar hafalan Al-Qur'an tak ada paksaan dari orang tua. Demikian halnya untuk murojaah. Semuanya datang dari dirinya sendiri.
"Bisa hafal Al-Qur'an itu keren, dan saya juga ingin membanggakan kedua orang tua," ujarnya lagi.
Untuk mengasah kemampuannya dalam hafalan Al-Qur'an, Aida kerap mengikuti lomba hafiz. Terbaru, Aida mengikuti lomba hafiz cilik yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada bulan Februari lalu dan berhasil meraih juara pertama.
"Kalau dapat info lomba hafiz pasti ikut. Selain untuk mengasah kemampuan, juga melatih kepercayaan diri untuk tampil di depan banyak orang," pungkasnya.

